salam

Pages

Rabu, 17 April 2013

LAPORAN PRAKTIKUM STRUKTUR PERKEMBANGAN TUMBUHAN "DAUN"



BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar belakang
Daun merupakan alat yang penting bagi kehidupan tumbuhan, sebab disitu terjadi proses fotosintesis yang akan menghasilkan makanan bagi tumbuhan. Hasil fotosintesis akan didistribusikan keseluruh organ untukpertumbuhan dan perkembangan. Daun tidak seperti organ lain pada tumbuhan karena bersifat sementara. Perlu untuk diamati bagaimana susunan tumbuhan jaringan yang menyusunnya, disesuaikan dengan adaptasi pada lingkungannya.
Biasanya daun yang lengkapterdiri dari atas helai daun (lamina), tangkai daun (petiolus), pelepah daun (vagina), daun yang ketiga bagian trsebut lengkap disebut daun lengkap, sedangkan daun yang salah satu dari bagian tersebut tidak ada, disebut daun tidak lengkap.
1.2  Rumusan Masalah
Rumusan masalah dari praktikum ini dalah sebagai berikut:
  1. Bagaiman jaringan penyunsun daun monokotil dan dikotil?
  2. Bagaimana anatomi jaringan penyusun daun yang dihubungkan dengan adaptasi lingkungan?
  3. Bagaimana ciri-ciri khusus yang terdapat pada daun monokotil dan dikotil?
1.3  Tujuan
Tujuan dilaksanakannya praktikum ini adalah:
  1. untuk mengetahui jaringan penyusun daun monokotil dan dikotil.
  2. untuk mengetahui jaringan penyusun daun yang dihubungkan dengan adaptasi lingkungan.
  3. untuk mengetahui ciri-ciri khusus yang terdapat pada daun monokotil dan dikotil.

BAB II
KAJIAN PUSTAKA

2.1 Morfologi Daun
Daun merupakan alat atau organ tumbuhan yang melekat pada batang. Daun yang lengkap terdiri dari tiga bagian yakni pelepah atau upih (vagina), tangkai (ptiolus) dan helai daun(lamina). Namun tidak semua daun mempunyai bagian itu, jika salah satu atau dua bagian tidak ditemukan pada daun disebut daun tak lengkap(Hidajat, 2000;8).
Daun terbagi menjadi daun tunggal dan majemuk. Pada daun majemuk terdapat sejumlah nak daun yang melekat pada tangkai daun atau panjangnya. Sumbu bersama seperti itu disebut rakis, jika anak daun muncul di sisi lateral dari rakis, daun tersebut dinamakan daun majemuk bersirip. Dan kalau semua anak daun muncul diujung rakis yang amat pendek sehingga dapat dikatakan menlekat diujung tangkai daun bersama, maka daun tersebut dinamakan daun majemuk menjari (Hidayat, 1995 : 196).
2.2 Histologi Daun
Seperti halnya akar dan batang, daun terdiri dari jaringan dermal, yakni epidermis, jaringan pembuluh, dan jaringan dasar yang disebut jaringan mesofil. Karena daun biasanya idak mengalami penebalan sekunder, epidermis bertahan sebagai sistem dermal. Namun, pada sisik tunas yang bertahan lama, ada kemungkinan dibentuk periderm (Hidayat, 1995).
Epidermis
Sifat terpenting daun adalah susunan selnya yang kompak dan adanya kutikula dan stomata. Stomata ini bisa ditemukan dikedua sisinya (daun amfistomatik), atau hanya disatu sisi, yakni sebelah atas atau adaksial (daun epistomatik). Pada daun lebar yang pada kelompok dikotil, letak stomata tersebar. Pada monokotil dan gymnospermae, stomata sering tersusun dalam deretan memanjang yang sejajar dengan sumbu daun. Sel penutup pada stomata dapat berada ditempat yang sama tingginya, lebih tinggi, atau lebih rendah dari epidermis (Hidayat, 1995).

Mesofil
Bagian utama helai daun adalah mesofil yang banyak mengandung kloroplas dan ruang antar sel. Mesofil dapat bersifat homogen atau terbagi menjadi jaringan tiang (palisade) dan jarinagn spons (bunga karang). Jaringan tiang lebih kompak dari pada jaringan spons yang memiliki ruang antarsel yang luas.
Pada daun dapat ditemukan 1-2 lapisan jaringan tiang. Jarinagn spons terdiri dari sel-sel bercabangyang tratur bentuknya. Hubungan antara sel dan sel lain terbatas pada ujung cabang itu. Jaringan spons mempunyai hubungan yang horizontal dan sejajar dengan permuakan daun (Hidayat, 1995).
Berdasarkan mesofilnya ada beberapa tipe daun, yaitu dorsoventral, palisade parenkim dibagian sisi atas saja, isolateral/isobilateral/univasial palisade parenkim terdapat pada dua sisi, sisi atas dan bawah, misalnya pada daun jambu, sentris yakni pada penampang melintang daun membentuk membulat, parenkim terdapat pada tepi daun (savitri, 2008).
Sistem Jaringan Pembuluh
Sistem jaringan pembuluh tersebar keseluruh helaian daun dan dengan demikian menunjukkan adanya hubungan ruang yang erat dengan mesofil. Jarinagn pembuluh membentuk sistem yang saling berkaitan dan terletak dalam bidang median, sejajar denagn permukaan daun. Berkas pembuluh pada daun biasanya disebut tulang daun. Tampak adanya dua macam pola yakni sistem tulang daun jala, dan sistem tulang daun sejajar, sistem tulang daun jala merupakan sistem tulang daun bercabang. Pada sistem ini tulang daun lebih halus secara bertahap dibentuk sebagai cabang dari tulang daun yang tebal (Hidayat, 1995).

BAB III
METODE PRAKTIKUM

3.1 Waktu dan Tempat
Praktikum tentang daun studi Struktur Perkembangan Tumbuhan II dilaksanakan pada tanggal 06 Mei 2009, pada pukul 13.30 WIB, di Laboratorium Pendidikan Biologi fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang.

3.2 Alat dan Bahan
3.2.1 Alat-alat
Peralatan yang digunakan pada praktikum ini adalah sebagai berikut:
  1. Mikroskop elektron                                         1 buah
  2. Objek glass dan Deck glass                            4 pasang
  3. Silet                                                                 2 buah
  4. Pipet tetes                                                       1 buah
  5. Kobokan                                                         1 buah
  6. Tissu                                                                secukupnya
3.2.2 Bahan-bahan
Bahan yang diperlukan dalam praktikum ini dalah sebagai berikut:
  1. Daun jagung (Zea masy)                                 secukupnya
  2. Daun kacang tanah (Arachis hipogae)            secukupnya
  3. Empulur Ipomea batatas                                 secukupnya
  4. Daun paku-pakuan (pteridophyta )                 secukupnya
  5. Daun talas (Colocasia )                                   secukupnya

3.3 Langkah Kerja
  1. Dipotong bagian Daun yang masih segar dari jagung (Zea masy) secara melintang, dibuat setipis mungkin, ditambahkan air, diamati dibawah mikroskop dengan perbesaran 10 x 10 atau 10 x 40, diamati bagian-bagian penyunsun daun, tipe berkas pengangkutnya.
  2. Dipotong bagian akar yang masih segar dari Daun kacang tanah (Arachis hipogae) secara melintang, dibuat setipis mungkin, ditambahkan air, diamati dibawah mikroskop dengan perbesaran 10 x 10 atau 10 x 40, diamati bagian-bagian penyunsun daun, tipe berkas pengangkutnya.
  3. Dipotong bagian empulur Ipomea batatas secara melintang, dibuat setipis mungkin, ditambahkan air, diamati dibawah mikroskop dengan perbesaran 10 x 10 atau 10 x 40, diamati bagian-bagian penyunsunnya.
  4.  Dipotong bagian Talas secara melintang, dibuat setipis mungkin, ditambahkan air, diamati dibawah mikroskop dengan perbesaran 10 x 10 atau 10 x 40, diamati bagian-bagian penyunsun daun, tipe berkas pengangkutnya.
  5. Dipotong bagian daun yang masih segar dari paku-pakuan secara melintang, dibuat setipis mungkin, ditambahkan air, diamati dibawah mikroskop dengan perbesaran 10 x 10 atau 10 x 40, diamati bagian-bagian penyunsun daun, tipe berkas pengangkutnya.

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Pengamatan

Gambar pengamatan
Gambar literatur
Keterangan
Daun Zea masy



  1. J. epidermis
  2. sel kipas
  3. J. pengankut
  4. J. palisade
  5. J. spons
Daun Arachis hipogae



  1. J. epidermis
  2. J. spons
  3. J. palisade
  4. J. pengangkut



Empulur Ipomea batatas





    1. Sel gabus
    2. lumen








Daun talas Colocasia

  1. J. epidermis
  2. J. spons
  3. J. palisade
  4. J. pengangkut



Daun paku-pakuan




  1. J. epidermis
  2. J. spons
  3. J. palisade
  4. J. pengangkut
  5. Kloroplas tersebar

4.2 Pembahasan
Pada praktikum ini adalah membahas tentang anatomi daun, dimana daun itu merupakan organ yang sangat penting bagi tumbuhan karena didalam daun terjadi proses fotosintesis, proses fotosintesis ini terjadi dalam jaringan yang disebut jaringan palisade, disini akan dibahas mengenai struktur anatomi daun, baik daun tumbuhan monokotil atau dikotil.
Secara umum daun tersusun atas jaringan-jaringan yakni jaringan epidermis yang berada pada lapisan atas (ventral) dan lapisan bawah (dorsal), dibawah epidermis terdapat jaringan mesofil yang terdiri dari jaringan palisade, dan sponsn. Terdapat jaringan pengangkut yang terseber diseluruh permukaan daun. Daun yang diamati disini adalah daun Zea masy, daun Pterodophyta, daun talas, daun Arachis hipogae, dan empulur dari Ipomea batatas.
Digunakannya empulur pada praktikum mengenai daun ini karena bertujuan untuk membandingkan jarinagn penyusunnya, dimana empulur pada Ipomea batatas ini merupakan jaringan yang mati. Sehingga tidak sekompleks jaringan-jaringan pada daun yang lain yang diamati, dan akan dibahas tersendiri mengenai jaringan pada empulur Ipomea batatas.
4.2.1 Daun Zea masy
Secara morfologi luar daun ini panjang dan tulang daunnya sejajar, karena termasuk tumbuhan monokotil, bagian daun terdiri dari lamina/helaian daun, dan pelepah/vagina, tidak mempunyai tangkai daun atau petiolus. Menurut Hidayat, 1995 bahwa sifat terpenting daun adalah susunan selnya yang kompak dan adanya kutikula dan stomata. Stomata ini bisa ditemukan dikedua sisinya (daun amfistomatik), atau hanya disatu sisi, yakni sebelah atas atau adaksial (daun epistomatik). Pada daun lebar yang pada kelompok dikotil, letak stomata tersebar. Pada monokotil dan gymnospermae, stomata sering tersusun dalam deretan memanjang yang sejajar dengan sumbu daun. Sel penutup pada stomata dapat berada ditempat yang sama tingginya, lebih tinggi, atau lebih rendah dari epidermis.
Secara histologi, daun jagung ini tersusun atas epidermis yang berada di lapisan atas (ventral) dan lapisan bawah (Dorsal), dijelaskan bahwa fungsi epidermis disini bertahan sebagai sistem dermal. Epidermis terdiri dari selapis saja, sel epidermis mengalami penebalan yang tidak merata, umumnya dinding sel yang menghadap keluar lebih tebal, terdiri dari lignin, tetapi umumnya terdri dari kutin (Savitri, 2008).
Tedapat derifat epidermis yang berupa sel kipas dimana fungsi dari sel kipas ini menurut Sutriyan, 1992 adalah untuk menggulung daun sehingga mengurangi penguapan. Sel kipas pada Zea masy berbentuk rapat dan tidak merata, berjejal-jejal. Terdapat jaringan mesofil daun yang terdiri dari jaringan palisade/pagar, dan jaringan spons. Jaringan palisade ini terdiri dari selapis didalam jaringan palisade terdapat banyak klorofil, sel-sel nya rapat dan berbentuk silindris, sedangkan parenkim spons tersusun oleh sel-sel yang bentuknya bervariasi, tidak teratur, banyak rongga udara di jaringan spons.
Menurut Savitri, 2008 bahwa jaringan mesofil pada daun terdiri dari jaringan spons dan palisade, merupakan jaringan parenkim mesofil yang merupakan daera fotosintesis, terutama karena mengandung kloroplas. Apabila parenkim palisade berada dikedua sisinya atau tidak dijumpai parenkim palisade maka kedua sisisnya disebut daun isobilateral atau isolateral atau unifasial.
Terdiri dari jaringan pengangkut yaitu xilem dan floem, jaringan pengankutnya terletak dibawah atau selah-selah jaringan spons, kebanyakan ditemukan dekat tulang-tulang daun. Pada penampang melinyang daun, berkas pengangkut ini terleletak dalam 1 ikatan pembuluh, yang xilemnya terletak menghadap kepermukaan atas daun dan floemnya kepermukaan bawah daun (Savitri, 2008).
4.2.2 Empulur Ipomea batatas
Pada empulur ketela hanya terdapat satu jenis sel yaitu sel gabus, yang besusun seperti segi enam, yang disebut jaringan gabus, sel-sel gabus merupakan derivat dari epidermis. Sel gabus pada ipomea ini tedapat di bagian dalam, menurut Sutriyan, 1992 bahwa jaringan gabus yang berada di dalam mempunyai fungsi sebagai ganti dariepidermis yakni jaringan pelindung dan sebagai pembatas antara jaringan-jaringan didalam tumbuhan.
Sel-sel gabus ada yang berdinding tipis ada yang berdinding tebal, yang berdinding tipis lumenya kosong, merupakan deretan yang lurus dan sel-selnya lurus dengan bentuk rangkaian kearah radial. Sedangkan yang berdinding tebal lumen berisi bahan-bahan resin, tanin berwarna gelap (Sutriyan, 1998).
4.2.3 Daun kacang-kacangan (Arachis hipogae)
Daun kacang tanah merupakan daun dikotil dimana secara morfologi daun ini mempunyai bentuk tulang yang menyirip, dan merupakan daun yang tidak lengkjap karena hanya trdiri dari tangkai daun dan helaian saja, daun ini jika dilihat di mikroskop dengan perbesaran 10 x 10 terlihat jaringan epidermis selapis, jaringan palisade, jaringan spons, jaringan pengangkut.
Kebanyakan tumbuhan dikotil herba, mesofilnya relatif tidak terdeferensiasi, daun kacang merupakan daun yang tipis, yang mesofil terdiri dari sel bulat yang pendek. Sedangkan pada daun yang tebal sel mesofilnya memanjang, sel-sel mesofilnya yang menempati ruang yang terdri dari sel-el yang bercabang yang berhubungan dengan ikatan pembuluh, kebanyakan ikatan pembuluhnya berada di bagian tulang daun.
Sistem jaringan pembuluh tersebar keseluruh helaian daun dan dengan demikian menunjukkan adanya hubungan ruang yang erat dengan mesofil. Jaringan pembuluh membentuk sistem yang saling berkaitan dan terletak dalam bidang median, sejajar denagn permukaan daun. Berkas pembuluh pada daun biasanya disebut tulang daun. Tampak adanya dua macam pola yakni sistem tulang daun jala, dan sistem tulang daun sejajar, sistem tulang daun jala merupakan sistem tulang daun bercabang. Pada sistem ini tulang daun lebih halus secara bertahap dibentuk sebagai cabang dari tulang daun yang tebal (Hidayat, 1995).
4.2.4 Daun paku-pakuan (Pteridophyta)
Merupakan daun tumbuhan tingkat rendah, daun paku-pakuan mempunyai morfoli daun yang tipis dan kecil, jika dipotong melintang dan diamati dibawah mikroskop dengan perbesaran 10 x 10 dapat ditemukan sususnan jaringan yang berupa jaringan epidermis, jaringan mesofil, jaringan pengangkut.
Jaringan epidermis menyelubungi daun sebagai lapisan pelindung yang hanya terbuka pada stomata, pada pengamatan ini tidak ditemukan stomata, karena pengirisannya tidak tepat, epidermis daun sangat penting, oleh karena jaringan mesofil sangat lunak dan mudah rusak, fungsi epidermis sebagai pelindung kekeringan. Penunjang jarinagn palisade dan menyalurkan produk diantara mesofil dan tulang daun.
Susunan mesofil daun pada tumbuhan paku-pakuannya hanya terdiri dari selapis saja pada permukaan atas, tipe seperti ini disebut tipe sentris yakni pada penampang melintang daun membentuk membulat, parenkim terdapat pada tepi daun.
4.2.5 Daun talas (Colocasia)
Daun talas merupakan daun dikotil dengan permukaan yang dilapisi oleh kutikula, daun talas keras dan kaku. Daun talas diiris melintang setipis mungkin, diletakkan dibawah mikroskop dengan pebesaran 10 x 10, terlihat jaringan-jarinagn penyusun daun yang terdiri atas epidermis, jaringan palisade, spons, jaringan pengangkut yang terletak dibawah jaringan mesofil.
Jaringan epidermis menyelubungi daun sebagai lapisan pelindung yang hanya terbuka pada stomata, pada pengamatan ini tidak ditemukan stomata, karena pengirisannya tidak tepat, epidermis daun sangat penting, oleh karena jaringan mesofil sangat lunak dan mudah rusak, fungsi epidermis sebagai pelindung kekeringan. Penunjang jarinagn palisade dan menyalurkan produk diantara mesofil dan tulang daun.
Kebanyakan tumbuhan dikotil herba, mesofilnya relatif tidak terdeferensiasi, daun kacang merupakan daun yang tipis, yang mesofil terdiri dari sel bulat yang pendek. Sedangkan pada daun yang tebal sel mesofilnya memanjang, sel-sel mesofilnya yang menempati ruang yang terdri dari sel-el yang bercabang yang berhubungan dengan ikatan pembuluh, kebanyakan ikatan pembuluhnya berada di bagian tulang daun.
Sistem jaringan pembuluh tersebar keseluruh helaian daun dan dengan demikian menunjukkan adanya hubungan ruang yang erat dengan mesofil. Jarinagn pembuluh membentuk sistem yang saling berkaitan dan terletak dalam bidang median, sejajar denagn permukaan daun. Berkas pembuluh pada daun biasanya disebut tulang daun. Tampak adanya dua macam pola yakni sistem tulang daun jala, dan sistem tulang daun sejajar, sistem tulang daun jala merupakan sistem tulang daun bercabang. Pada sistem ini tulang daun lebih halus secara bertahap dibentuk sebagai cabang dari tulang daun yang tebal (Hidayat, 1995).

BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Berdasarkan pengamatan dan didukung adanya litertur dapat disimpulkan bahwa :
  1. Daun jagung (Zea masy), merupakan daun monokotil, jaringan penyusun nya terdiri dari jarinagn epidermis yang berada di dorsal dan ventral, derivat epidermis berupa sel kipas, jaringan mesofil spons dan palisade, jaringan pengangkut.  
  2. Daun talas (Colocasia ), merupakan daun dikotil daun dilapisi oleh kutikula, jaringan penyusun nya terdiri dari jaringan epidermis yang berada di dorsal dan ventral,  jaringan mesofil spons dan palisade, jaringan pengangkut.   
  3. Empulur Ipomea batatas, merupakan batang dikotil, jaringan penyusun nya hanya terdiri dari jaringan gabus yang didalamnya berisi lumen kosong.          
  4. Daun paku-pakuan (pteridophyta ), jaringan penyusun nya terdiri dari jaringan epidermis yang berada di dorsal dan ventral jaringan mesofil spons dan palisade tipe jarinagn mesofil adalah sentral, jaringan pengangkut.   
  5. Daun kacang tanah (Arachis hipogae), merupakan daun dikotil, jaringan penyusun nya terdiri dari jaringan epidermis yang berada di dorsal dan ventral, jaringan mesofil spons dan palisade, jaringan pengangkut banyak pada tulang daun.      


DAFTAR PUSTAKA

Anonymous. 2008. Http:// Images.google.co.id/. 29-April-2009
Hidayat, B, Estiti. 1995. Anatomi tumbuhan Berbiji. Bandung: ITB Press
Savitri, sandi, Evika, MP. 2008. Petunjuk Praktikum Struktur Perkembangan Tumbuhan (Anatomi Tumbuhan). Malang : UIN Press
Sutrian, Yayan, Drs. 1992. Pengantar Anatomi Tumbuh-tumbuhan Tentang sel & jaringan. Jakarta : PT Rineka Cipta

0 komentar:

Poskan Komentar